By far, many many many stuff happened (yet again - what a life I'm leading...
(- -") so I'll do another recap of some episodes.
Btw, I just got home from a 5-hour walking due to traffic jam throughout the way and my legs are a bit sore now...
So friggin' tired, so I'll do this quick and go to sleep.

EPISODE #1
"Heaven"
Last Saturday (is it Saturday again already?!), I woke up in the morning feeling so good.
The temperature, the blanket, the sunshine - yada yada yada; point is, I was feeling too good.
Too good it reached a point where I actually thought...

"Oh goody. I'm dead and in Heaven."

...and no, I didn't make this up.
Gw bener2 berpikir begitu pas gw bangun, and that thought last for like a few seconds before my eyes jerked open and I went like, "WTF was that?"
First sign of madness, maybe.
EPISODE #2
"Slums are for slummers"
Tugas gw untuk salah satu matkul kali ini adalah survey ke slum area.
Kelompok gw, yang terdiri dari 4 anak rumahan, kedapetan daerah slum di Loear Batang (ejaan disesuaikan dengan era historik (- -)a *walopun sepertinya salah era, tapi you get the point lah) yang berada di sekitar daerah kota lama alias Soenda Kelapa.
Perjalanan dilakukan berbagai tahap pada Kamis lalu (bukan Kamis kemaren, tapi kemaren2nya lagi) pada jam 7.30 pagi.

Kamera dan notes dikeluarkan demi hasil survey yang memadai, dan tentu saja supaya ga bolak-balik.
Masalah dimulai saat interview pertama dilaksanakan antara kami dan ibu2 lokal.
Ibu2 yang nongkrong n ngobrol di pinggir gang (IYNDPG): "Duh, ati2 itu kamera dimasukin aja! Terus jangan jalan ke daerah situ ya!" *nunjuk ke arah belakang*
Kami yang cupu (KYC): "Oh, kenapa bu, banyak maling ya di situ?"
IYNDPG: "Oh, bukan... di situ pernah ada yang dibunuh, ada yang diper****!"
KYC: *terdiam sejuta basa*

Gw: "Pulang yuk."
Temen gw: "Terus datanya gimana?!"
Gw: "Udah karang aja, gw ogah mati demi survey." (- -")
Namun, setelah perdebatan dalam bentuk bisik2 ga jelas ini, akhirnya 4 manusia bodoh ini memutuskan untuk berjalan terus ampe ke dalem2 dengan bermodal selembar peta dari Google Earth yang di-print sehari sebelomnya
Ampe ke dalem2.
Ampe ke tempat yang banyak preman.
Ampe ke pasar ikan yang beneran kumuh.
Ampe ke dalem2 sekolahan, moto2 n interview sana-sini.
Ampe ampir nyasar di dalem kampung tak berujung.
Ampe ditolongin ama orang yang lewat naek motor nyari jalan keluar.
Ampe ditunjuk2 "orang dari Jepang, Mandarin itu!" ama ibu2 dan anak2 kecil yang nongkrong di depan rumah.
Ampe desperate, kepanasan edan, dan kecapekan (sebenernya lebih capek mental karena takut + was2 sepanjang jalan kenangan).
Ampe sekitar 1-2 jam kemudian, kami ber-4 berhasil keluar ke jalan gede dengan utuh, dan buru2 jalan kaki ke apartemen terdekat buat nunggu jemputan mobil Yoeni.
Dan di depan apartemen itulah terlihat seonggok tulisan dodol yang tertempel di kaca, yang menandakan akhir dari segala kesengsaraan biadab kami:

"CHINESE FOOD"

Yeap.
Terlihatnya tulisan itu tertempel di dinding kaca berarti disana ada sesuatu yang amat sangat kami perlukan saat itu, yaitu MINUMAN DINGIN.
Hajar dah. Es teh kembang, es teh susu, es kelapa muda.
Gw ngabisin sekaleng teh kembang dalam itungan detik.
"Survey dengan mempertaruhkan nyawa" pun kami anggap selesai.

Ternyata, pas gw nanya ke kelompok kelas sebelah yang isinya cowok semua, area mereka juga brutal.
Cerita salah satu dari mereka:
"Kita kan di Moeara Baroe, deket ama lo pada punya site kan? Pertama liat pos polisi, kita mampir langsung mo tanya2 jalan.
Lo tau si polisinya bilang apa?
'Mo ngapain ya dek, ke daerah situ? Mending jangan deh, bahaya. Kami aja ga berani masuk2 ke sana.'

Okeh. Jadi ternyata kampus mungkin mempunyai hasrat tersembunyi untuk mengutus murid2nya ke tempat penjagalan gini?
Btw, pas kita lapor ke dosen tentang ini, dia cuman komen "Oh ya???" - terus lanjut asistensi lagi.
How cruel can they get, really? (TTwTT)
EPISODE #3
"Slurpee"
Survey kedua ke K3mang berakhir dengan makan pasta + dessert Warung Pasta, minum Slurpee di 7/11, dan jalan kaki ampe dekil di K3mang plus poto2 tanah kosong.
Mungkin kami terlihat seperti serombongan orang aneh yang bawa kamera dan motret apapun yang bisa dipotret seperti turis.
Au ah gelep, yang penting gw dapet Slurpee rasa Coca Cola ama Fanta.

Oh well.
Udah jam 11 siang.
Lewat.







Fufufu.










