Selasa, 02 Maret 2010

keluarga oh keluarga

lagi dalem nih kayanya hari ini. hehehe…

Seiring waktu, gua semakin menyadari pentingnya arti sebuah keluarga. Kalo dulu kita di sekolah belajar PPKn (ketauan deh angkatan nya.hehe..), pasti diajarin kalo pendidikan pertama yang seorang individu dapatkan tuh dari keluarganya.

Biar obyektif, gua suka melihat kehidupan keluarga nya temen2 gua atau orang2 yang gua kenal. Dari situ gua sadar punya keluarga yang utuh (optional, ga selalu), penuh kasih sayang, dan saling mendukung itu enak banget. Ada masalah atau pertanyaan, lo bisa tanya ke bokap, nyokap, atau saudara elo. Bisa dapet wise advice juga, atau minimal penyemangat lah. Dan selalu ada yang support elo untuk sesuatu yang akan/sedang lo lakukan. Dan pastinya ada yang membimbing atau ngingetin elo untuk selalu ada di jalan yang benar.

Dengan keluarga, ada orang2 yang bisa lo ajak sharing juga. Emang siy bisa juga sama temen, sahabat, dll. Tapi sama saudara sendiri ga perlu jaim atau ada yang ditutupi karena you live in a same family, dari kecil uda saling tau sifat masing2, kelebihan, kekurangan..

Mungkin kalian juga bisa bilang, ada ga enak nya juga. Beda pendapat lah, dikekang lah, ga bebas, ribut sama sodara, harus saling berbagi, dll dll dll… Tapi semuanya itu lebih baik daripada ga punya keluarga sama sekali. Masih lebih bersyukur kan punya hidup yang lebih baik dari anak-anak jalanan? (doesn’t mean anak2 jalanan itu ga punya keluarga, but you know what I mean).

Ini juga yang bikin gua untuk selalu bersyukur gua masih punya keluarga, walaupun ga lengkap dan sempurna. Mungkin ga terlihat secara nyata ya, tapi dalam hati gua bersyukur. Bersyukur sama Tuhan, gua masih beruntung. Masih punya bokap yang sehat dan punya impian, punya abang yang perhatian banget. keluarga gua masih punya masa depan. Dengan segala kekurangannya, I love you guys ^-^

Kadang-kadang sempet kepikiran juga sama gua untuk punya keluarga kecil sendiri. Sharing love dengan seseorang, ngedidik anak-anak gua biar jadi manusia yang lebih baik lagi sifat, pemikiran, dan tingkah lakunya, saling berbagi. Punya keluarga yang bisa diandalkan sama anggota2 nya. Ah tapi gua tau gua belum siap. Mental gua rasanya belum cukup. Masih banyak hal-hal lain yang perlu dipersiapkan. Seiring berjalan nya waktu………

Oia,kalo boleh mengutip, gua pernah baca satu postingan di blog nya Adhitya Mulya tentang cara membesarkan anak. Bagi gua sih ngena dan suatu masukan yang bagus banget. Terbukti juga di beberapa keluarga yang pernah g liat (jangan dibaca: observasi. hehe..). Jadi orangtua memang susah.

Banyak juga cerita2 tentang pentingnya punya keluarga. Yang gua inget sekarang adalah cerita di film Charlie and The Chocolate Factory

Charlie and The Chocolate Factory

Di situ Charlie punya keluarga yang solid banget. Biarpun kondisi ekonomi nya di bawah rata2, tapi semuanya menomorsatukan keluarga. Charlie ga akan menukar keluarganya dengan apapun. Apalagi di film itu ada pembanding keluarga dari anak2 yang lain. Opa nya (opa nya bukan tuh?) si Charlie juga seseorang yang family man.

Dongeng banget, tapi gua suka ceritanya. Simple but touching (ciieee..)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

go green Indonesia! Arya Spectra

Buat Lencana Anda

Web Page Counter
ecommerce shop designer