Sabtu, 02 April 2011

Only Words

Gw adalah manusia yang sering cerita banyak hal ke orang, dari hal yang gitu2 aja kayak 'tadi siang gw makan Indomie pake telor' ampe hal yang ga wajar kayak 'being g** is quite fun maybe'.

Contoh tertulisnya adalah blog ini, FB, dan Twitter.

Dan entah sejak kapan, words effect me much.
Which leads to the fact that I pay quite a lot of attention to what people say that piqued my interest.
These past days, I've been involved in some pretty weird conversations, and like it or not I think I've been obsessed in mentally recording them...

For someone who use the word "I", "me", or "my" as often as I do, it feels weird to obsess about something as nonchalant as words.

(still thinking the connections between 2 phrases in the last line? Go figure)

People I tagged a lot in FB or follow my Twitter should've known about it already, but what the hey.
Relive the fun peeps :)


Lokasi: kelas.

Dosen: "Jakarta suka dijadiin kasus ama luar negeri karena pengaturan kotanya ga bisa dipikirin secara rasional." (-w-)
Gw: "Jadi intinya negara kita irasional." (-A-)

Betul sodara2. Endonesa kita tercinta ternyata emang kasus di mata dunia.



Lokasi: chatbox FB.

Gw: "Nyak, pak uk3 sifatnya ga uk3." (-_-)
Nyak: "Pak uk3 sifatnya s3m3?" (O_o)
Gw: "He's got an inner s3m3 deep deep inside..." (-A-)/

Mungkin pencerahan tiba2 itu dikarenakan gw mergokin dia lagi serius kerja sendiri di kantor.



Lokasi: kantin.

Mahasiswa X: "Dosen yang waktu itu nginjek maket, sekarang bangunannya ada yang rusak."
Mahasiswa Y: "Maket dia diinjek Tuhan."
Gw : "Makanya jangan jahat ama orang, karma itu ada."
Dosen (yang lagi ikut makan di 1 meja): ".........itu maksudnya ditujukan ke saya ya?"

Ampun sujud pak saya ngomong emang ga pernah mikir tapi itu adalah kalimat dengan zero ill intention.

Cya peeps deh :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

go green Indonesia! Arya Spectra

Buat Lencana Anda

Web Page Counter
ecommerce shop designer