Contoh tertulisnya adalah blog ini, FB, dan Twitter.
Dan entah sejak kapan, words effect me much.
Which leads to the fact that I pay quite a lot of attention to what people say that piqued my interest.
These past days, I've been involved in some pretty weird conversations, and like it or not I think I've been obsessed in mentally recording them...
For someone who use the word "I", "me", or "my" as often as I do, it feels weird to obsess about something as nonchalant as words.
People I tagged a lot in FB or follow my Twitter should've known about it already, but what the hey.
Relive the fun peeps :)
Lokasi: kelas.
Dosen: "Jakarta suka dijadiin kasus ama luar negeri karena pengaturan kotanya ga bisa dipikirin secara rasional." (-w-)
Gw: "Jadi intinya negara kita irasional." (-A-)
Betul sodara2. Endonesa kita tercinta ternyata emang kasus di mata dunia.
Lokasi: chatbox FB.
Gw: "Nyak, pak uk3 sifatnya ga uk3." (-_-)
Nyak: "Pak uk3 sifatnya s3m3?" (O_o)
Gw: "He's got an inner s3m3 deep deep inside..." (-A-)/
Mungkin pencerahan tiba2 itu dikarenakan gw mergokin dia lagi serius kerja sendiri di kantor.
Lokasi: kantin.
Mahasiswa X: "Dosen yang waktu itu nginjek maket, sekarang bangunannya ada yang rusak."
Mahasiswa Y: "Maket dia diinjek Tuhan."
Gw : "Makanya jangan jahat ama orang, karma itu ada."
Dosen (yang lagi ikut makan di 1 meja): ".........itu maksudnya ditujukan ke saya ya?"
Ampun sujud pak saya ngomong emang ga pernah mikir tapi itu adalah kalimat dengan zero ill intention.
Cya peeps deh :)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar