
Kesederhanaannya membuat saya langsung memasukkan lagu dia ke dalam playlist saya untuk siap sewaktu-waktu didengarkan sehabis mendengarkan lagu-lagu jazz atau swing atau dalam keadaan yang membutuhkan sesuatu untuk menenangkan hati. Lagu-lagunya dia, dari track satu sampai track sebelas, tidak membutuhkan usaha keras untuk diterima tapi karena membuat nyaman, susah untuk tidak dikangeni.
Quiet Down sendiri sebetulnya sudah beredar cukup lama. Saya mendownload album itu sekitar dua tahun yang lalu, kemudian dilanjutkan dengan Forget Your Plans. Disela-selanya saya kemudian baru tahu kalau dia sudah punya penggemarnya sendiri. Saya baru tahu kalau sebagai "musician bedroom" atau "musisi kamar" ternyata Adhitia Sofyan sudah menyentuh telinga dan disukai banyak orang. Mungkin alasan itu juga yang membuat CD fisiknya kemudian dibuat.
Kemarin saya menemukan review album Quiet Down dari Jepang, ya, album ini memang sudah dipasarkan resmi di Jepang oleh label indipenden di sana yang bernama Production Dessinee.
Demikian terjemahannya :
“Adhitia Sofyan Quiet Down Japanese Review Translation Musik, Wine & Fromage”
Kalau kita bayangkan musisi seperti apa sih yg ada di Indonesia? Mungkin yg terbesit dipikiran anda musisi world music dengan gaya orientalis. yg terbesit dalam pikiran saya adalah negara penghasil kopi manderin & kopi luak, kopi langka yg diambil dari kumpulan kotoran luak tapi Album [Quiet Down] Adhitia Sofyan ini menghapus prasangka saya kalau album ini album lagu daerah bertemakan kopi luak. kata Borderless menjadi tidak asing lagi bagi saya, sudah lama sekali saya tidak pernah menyimak album akustik yg senikmat ini. Saya telah berprasangka buruk terhadap Indonesia. Saya tidak mengenal Adhitia Sofyan secara detil, tapi saya pernah dengar bahwa album [Quiet Down] ini direkam di kamarnya, memadukan gitar dan nyanyian, menghasilkan ambience yg merilekskan, hangat menenangkan persis seperti matahari, apalagi bila didengarkan oleh orang sakit yg sedang beristirahat di atas tempat tidur rumah sakit. bed room music!

Paragraf ke-2 ini saya tulis setelah mendengarkan baik-baik album ini dan membaca review saya sebelumnya, kehebatan album ini tidak berubah, hanya saja saya sekarang telah mengetahui proses pembuatan album ini, dan kesan & cinta terhadap album ini semakin bertambah. justru karena zaman sekarang yg seperti ini, saya ingin menghargai hal-hal seperti itu.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar