Rabu, 11 Mei 2011

Sondre Lerche....and his "Exotic Modern Jazz"

Sedikit terlambat untuk me-review album ini.

"Membuat musik harus serius tetapi isinya tidak harus serius..."

Begitulah kesan pertama saya ketika mendengar lagu-lagu penyanyi satu ini.

Berawal dari Java jazz, festival musik jazz berkelas internasional digelar maret 2011 kemarin. Saya sudah siap nonton festival ini, tiket sudah diorder..apa daya gagal di menit-menit terakhir,ceile..hiks...Waktu itu pengen banget nonton Fourplay padahal..akhirnya sebagai balas dendam saya review artis-artis jazz yang ngisi line up Java Jazz kemarin aja deh,hehe...

Salah satu artis yang membuat saya tertarik adalah sondre lerche yang sangat terkenal (katanya). Merasa kuper karena ga kenal sama sekali,hehe...jadilah beberapa hari yang lalu saya download semua lagunya dan surprise...It's totally AWESOME!!!


Lagu pertama yang masuk playlist di laptop adalah "two way monologue"...1 menit pertama mendengarkan lagu ini seperti mendengar musik 'Nat King Cole' atau 'Quincy Jones' dengan sedikit taste Norah Jones,hehe...saya sudah was-was bakal sama seperti musisi-musisi itu...

Ternyata....sisa lagunya benar-benar bikin surprise, masih ada warna jazz dengan sentuhan brit pop yang kental...lagunya riang tapi terasa jujur dan dalem,hehe....man, he's creative,haha....dengerin lagu ini waktu lagi sendiri benar-benar bikin pikiran berkhayal dengan imajinasi tinggi...(duile...), bagus banget....ini "eksotik" modern jazz yang saya harapkan selama ini,hahaha...



Next, biar saya kenalin Sondre Lerche nya...

Sondre Lerche, lahir di Bergen, Norwegia. Penyanyi solo bergitar ini mulai belajar gitar pada usia 8 tahun, dan mulai rekaman saat masih umur 16 tahun.


Album pertamanya ( faces down) yang beraliran eksperimentalis, seluruh lagunya ditulis oleh lerche sendiri. Bagi saya, cukup bagus untuk usianya yang masih sangat muda. Mendapat nilai 7.4/10 oleh pitchfork media. Lagu yang paling enak di album ini: modern nature (duet dengan Lilian Samdall) muncul di film Dan in real life saat wedding scene.





Album keduanya adalah two way monologue. Album inilah yang membuat saya menyukai musik lerche. single yang sesuai dengan nama albumnya adalah yang paling saya suka "two way monologue". Album ini masih dengan nuansa gitar akustik yang cukup kental, dengan khas suara lerche bernuansa jazz 50 - 60an serasa menyatu dengan musiknya dan membawa nuansa musik yang unik. Lagu2 yang asik di album ini: two way monologue, track you down, on the tower, it's over, stupid memory (IMO). Nilai dari pitchfork media untuk album ini: 7.8/10.



Album ketiganya, dupper session adalah eksperimen Lerche dengan musik jazz. Mungkin dengan karakter vokalnya, sebetulnya pas dengan musik jazz, tapi entahlah saya tidak terlalu suka dengan album ini. Sangat jauh sepertinya jika dibandingkan dengan jamie cullum, tapi patut diapresiasi untuk usahanya dengan munculnya album ini. Kebetulan juga penilaian pitchfork media tidak terlalu bagus: 6.1/10




Album ke-empatnya, Phantom punch kebetulan saya belum download full album, tapi yang lagunya tragic mirrors lumayan. Lerche balik lagi ke aliran indie pop nya dengan gitar akustiknya. Pitchfork media: 6.6/10.









Setelah album ke-4, Lerche didapuk untuk scoring music di film Dan in real life. Ada beberapa lagu yang diambil dari album2 sebelumnya seperti modern nature. yang paling mantap di album ini adalah single duetnya dengan regina spektor yang berjudul "hell no". Dan di lagu hell no inilah suara lerche sangat pas dengan musiknya yang jazzy. regina spektor juga tidak kalah pas dengan musiknya. perfect blend. saya berharap akan muncul lagu-lagu seperti hell no di album-album lerche selanjutnya.






Album terbaru dari lerche yaitu heartbeat radio kembali dengan aliran indie pop dengan pop orchestra dan akustik gitar. Tidak terlalu nge-hit dan sepertinya lerche lebih suka dengan semangat indie-nya untuk memainkan musik yang dia suka tanpa embel-embel akan diterima masyarakat luas atau enggak. nice but not special album. pitchfork media: 6.1



Sondre pernah mendapat banyak kritik tajam mengenai lirik yang ia tulis, namun bisa jadi kesederhanaan lirik itu menjadikan lagunya lebih jujur. Atau bisa jadi karena keterbatasan bahasa inggris. Tapi dengan lirik yang apa adanya malah tampak jujur, seperti pada lagu words and music dan i guess its gonna rain today.

Khusus untuk album terbarunya, secara keseluruhan album ini merupakan pencampuran album-album sondre sebelumnya, ada baroque pop ala two way monologue, ada rock ala phantom punch, indiepop ala the faces down, sampai swing ala duper session.


Tips :

Mendengar lagu-lagunya Sondre Lerche sebaiknya dengan menggunakan headphone stereo yang bagus karena semua panning-panning di lagunya akan terdengar megah dan menjadi bermanfaat dibanding kalau harus didengarkan dengan speaker PC murahan,hehe....

Dengar kualitas mixing standar namun menarik dengan banyak twist dari CD aslinya, sangat direkomendasikan buat beli CD nya kalo mau denger kualitas optimal musiknya karena hasil download biasanya punya hasil kompresi kurang optimal,hehe.....

"when we fight is rock and roll, when we make it up its soul..."


So...Selamat mendengarkan modern jazz ala Sondre Lerche.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

go green Indonesia! Arya Spectra

Buat Lencana Anda

Web Page Counter
ecommerce shop designer